Langsung ke konten utama

Perceraian pada Pengadilan Agama

Perceraian merupakan terputusnya hubungan antara suami isteri oleh suami dan isteri ataupun hakim yang menceraikan melalui keputusan Majelis hakim melalui proses alur persidangan.

Proses perceraian melalui pengadilan :

1. Pendaftaran Gugatan

2. Penentuan tanggal persidangan

Perkara yang sudah didaftarkan di Pengadilan Agama oleh Penggugat/Pemohon selanjutnya tinggal menunggu panggilan sidang dari Juru Sita/Juru Sita Pengganti

Pemanggilan oleh Juru Sita/Juru Sita Pengganti kepada pihak Penggugat/Pemohon dan Tergugat/Termohon dilakukan sekurang-kurangnya 3 hari sebelum sidang sudah sampai kepada yang bersangkutan, dan langsung disampaikan ke alamat Penggugat/Pemohon dan Tergugat/Termohon seperti yang tersebut dalam surat gugatan/permohonan. Jika pada saat dipanggil para pihak tidak ditemukan di alamatnya, maka panggilan disampaikan melalui Kepala Desa/Lurah dimana para pihak bertempat tinggal.

Jika para pihak sudah dipanggil dan datang ke Pengadilan Agama segera mendaftarkan diri di piket Meja Informasi yang tersedia, dan tinggal menunggu antrian sidang. Para pihak yang sedang, menunggu giliran sidang di ruangan tunggu

TAHAPAN-TAHAPAN PENANGANAN PERKARA DI PERSIDANGAN

1. Upaya Perdamaian (MEDIASI);

2. Pembacaan Gugatan Penggugat/Pemohon;

3. Jawaban Tergugat/Termohon;

4. Replik Penggugat/Pemohon;

5. Duplik Tergugat/Termohon;

6. Pembuktian;

7. Kesimpulan Para Pihak;

8. Musyawarah Majelis Hakim;

9. Putusan Hakim;

(Note: tambahan sidang pengucapan ikrar talak untuk Perkara Cerai talak)

Konsultasi Hukum Gratis bisa klik link di berikut ini : https://linktr.ee/Ardian.id.Konsultasi_Hukum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANAJER KEBUN SAWIT 17.000 HA DI KALIMANTAN TENGAH MENGGUGAT PEMILIK GRUP ATAS PENGKHIANATAN SETELAH DUA TAHUN MENYELAMATKAN PERUSAHAAN SENDIRIAN

MANAJER KEBUN SAWIT 17.000 HA DI KALIMANTAN TENGAH MENGGUGAT PEMILIK GRUP ATAS PENGKHIANATAN SETELAH DUA TAHUN MENYELAMATKAN PERUSAHAAN SENDIRIAN General Manager PT Katingan Mujur Sejahtera Tempuh Tiga Jalur Hukum Sekaligus: Gugatan Perdata di PN Kasongan, Laporan Pidana ke Polda Kalteng, dan Pengambilan Kembali Kendali Operasional Kebun PALANGKA RAYA, 26 Maret 2026 — GUNAWAN JUNIANTORO, General Manager PT Katingan Mujur Sejahtera (PT KMS), perkebunan kelapa sawit seluas 17.000 Ha di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, hari ini secara resmi mengambil kembali kendali penuh atas operasional perusahaan yang telah ia pertahankan selama hampir dua tahun tanpa dukungan keuangan dari pemiliknya. Langkah ini diambil setelah upaya penyelesaian damai gagal total dan pihak Agro Investama Group — induk perusahaan — justru memberikan respons berupa pemaksaan, manipulasi dokumen, dan pengabaian atas seluruh pengorbanan yang telah dilakukan. LATAR BELAKANG: SAAT PEMILIK MENGHILANG, MANAJER YANG BE...

DESCENCTE / PEMERIKSAAN SETEMPAT

I. Pengertian Sidang Lapangan Sidang lapangan adalah proses pemeriksaan perkara oleh majelis hakim di lokasi objek sengketa secara langsung untuk melihat, mengamati, dan menilai fakta di lapangan. Dasar hukumnya antara lain: Pasal 153 HIR / Pasal 180 RBg (Hukum Acara Perdata) Yurisprudensi MA yang menegaskan bahwa pemeriksaan setempat dapat menjadi bukti tambahan yang menguatkan alat bukti lain. √Tujuannya: Memastikan keadaan objek sengketa sesuai dengan uraian dalam gugatan, jawaban, maupun bukti tertulis. Menghindari kekeliruan putusan akibat gambaran yang tidak jelas di persidangan. II. Pihak yang Terlibat 1. Majelis Hakim (minimal hakim ketua + hakim anggota) 2. Panitera Pengganti (mencatat jalannya pemeriksaan) 3. Para Pihak (Penggugat dan Tergugat) 4. Kuasa Hukum masing-masing pihak (jika ada) 5. Saksi/Penghuni setempat (jika diperlukan) 6. Petugas keamanan (opsional, jika lokasi rawan konflik) III. Tahapan Prosedur Sidang Lapangan A. Penetapan Pemeriksaan Setempat Hakim memutusk...